Tugas 4

 NAMA: ARNITA RANTE

NIM: B1A119008

KELAS: A

 

A.   Data Uang Beredar Dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya



                                                        Bagan 1 data uang beredar M3

·       Jelaskan data cenderung meningkat lebih tinggi perkembangannya :

Berdasarkan faktor yang mempengaruhinya, peningkatan M2 pada Desember 2020 disebabkan aktiva luar negeri bersih dan keuangan pemerintah. Hal ini tercermin dari pertumbuhan aktiva luar negeri bersih Desember 2020 sebesar 13,6% (yoy) , lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan Novemer 2020 sebesar 10,3 % (yoy) yang disebabkan oleh peningkatan tagihan sistem moneter kepada bukan penduduk seiring dengan peningkatan cadangan devisa . Di sisi lain, terjadi penurunan kewajiban sistem moneter kepada bukan penduduk berupa simpanan dan pinjaman dalam valuta asing. Tagihan bersih kepada pemerintah pusat juga meningkat, dari 66,5% (yoy) menjadi 66,9% (yoy) pada Desember 2020. Peningkatan tersebut disebabkan oleh kenaikan tagihan kepada pempus terutama berupa kepemilikan surat berharga negara dalam rupiah. Sementara itu, penyaluran kredit-kredit pada Desember 2020 terkontraksi lebih dalam menjadi -2,7% (yoy) dari -1,7% (yoy) pada november 2020 bersumber dari seluruh jenis kredit.

·       Jelaskan data yang cenderung stabil perkembangannya :

Posisi M2 pada November 2020 tercatat sebesar Rp6.817,5 triliun, atau tumbuh sebesar 12,2% (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 12,5% (yoy). Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan M1 yang melambat menjadi sebesar 15,8% (yoy) dari pertumbuhan pada Oktober 2020 sebesar 18,5% (yoy), sejalan peredaran uang kartal dan simpanan giro Rupiah yang melambat. Sementara itu, pertumbuhan uang kuasi mengalami peningkatan, dari 10,7% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 11,1% (yoy) pada November 2020.

 

·       Jelaskan data yang cenderung menurun perkembangannya :

posisi uang kartal di masyarakat pada Agustus 2020 tercatat sebesar Rp661,2 triliun atau tumbuh 6,2 persen yoy, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya 7,8 persen yoy. Perlambatan ini terjadi seiring dengan rendahnya realisasi inflasi pada Agustus 2020, mengindikasikan pelemahan permintaan domestik akibat pandemi Covid-19.

      Di sisi lain, surat berharga selain saham mengalami kontraksi sebesar 18,7 persen yoy pada Agustus 2020, setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 4,9 persen yoy.

B.   Data PDB Indonesia 2020 menurut Lapangan Usaha

 

 

2020

 

Lapangan Usaha

 

 

 

 

Triw I

Triw II

 

(1)

(2)

(3)

A.

Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan

12,84

15,46

B.

Pertambangan dan Penggalian

6,82

6,28

C.

Industri Pengolahan

19,98

19,87

D.

Pengadaan Listrik dan Gas

1,17

1,14

E.

Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang

0,07

0,08

F.

Konstruksi

10,70

10,56

G.

Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor

13,20

12,84

H.

Transportasi dan Pergudangan

5,17

3,57

I.

Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum

2,80

2,28

J.

Informasi dan Komunikasi

4,25

4,66

K.

Jasa Keuangan dan Asuransi

4,70

4,44

L.

Real Estat

2,88

3,06

M,N.

Jasa Perusahaan

2,00

1,83

O.

Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib

3,61

3,80

P.

Jasa Pendidikan

3,31

3,54

Q.

Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial

1,20

1,23

R,S,T,U.

Jasa Lainnya

2,05

1,86

Nilai Tambah Bruto Atas Dasar Harga Dasar

96,75

96,50

Pajak Dikurang Subsidi Atas Produk

3,25

3,50

Produk Domestik Bruto (PDB)

100,00

100,00

C.   Data PDB Indonesian Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB)

Harga Berlaku

 

Lapangan Usaha

 

 

 

 

Triw I-2020

Triw II-2020

 

(1)

(2)

(3)

A.

Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan

503,7

570,0

B.

Pertambangan dan Penggalian

267,4

231,5

C.

Industri Pengolahan

783,6

732,6

D.

Pengadaan Listrik dan Gas

45,9

42,0

E.

Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang

2,8

2,8

F.

Konstruksi

419,7

389,5

 

G.

Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor

 

517,9

 

473,5

H.

Transportasi dan Pergudangan

202,9

131,8

I.

Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum

109,8

84,1

J.

Informasi dan Komunikasi

166,8

171,9

K.

Jasa Keuangan dan Asuransi

184,4

163,8

L.

Real Estat

113,0

112,8

M,N.

Jasa Perusahaan

78,5

67,6

 

O.

Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib

 

141,7

 

140,2

P.

Jasa Pendidikan

129,9

130,4

Q.

Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial

46,9

45,4

R,S,T,U.

Jasa Lainnya

80,5

68,7

Nilai Tambah Bruto Atas Dasar Harga Dasar

3.795,4

3.558,6

Pajak Dikurang Subsidi Atas Produk

127,3

129,1

Produk Domestik Bruto (PDB)

3.922,7

3.687,7

 

D.  Data PDB Indonesia 2020  atas dasar harga konstan (ADHK)

 

Harga Konstan 2010

 

Lapangan Usaha

 

 

 

 

Triw I-2020

Triw II-2020

 

(1)

(4)

(5)

A.

Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan

322,6

375,0

B.

Pertambangan dan Penggalian

200,8

193,3

C.

Industri Pengolahan

566,7

530,0

D.

Pengadaan Listrik dan Gas

27,7

25,5

E.

Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang

2,3

2,3

F.

Konstruksi

273,6

253,5

 

G.

Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor

 

356,1

 

332,2

H.

Transportasi dan Pergudangan

112,0

79,3

I.

Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum

82,8

64,3

J.

Informasi dan Komunikasi

156,0

161,3

K.

Jasa Keuangan dan Asuransi

120,7

108,2

L.

Real Estat

80,8

80,6

M,N.

Jasa Perusahaan

52,4

45,0

 

O.

Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib

 

90,5

 

88,1

P.

Jasa Pendidikan

84,0

83,4

Q.

Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial

33,9

32,5

R,S,T,U.

Jasa Lainnya

52,4

44,5

Nilai Tambah Bruto Atas Dasar Harga Dasar

2.615,3

2.499,0

Pajak Dikurang Subsidi Atas Produk

87,7

90,6

Produk Domestik Bruto (PDB)

2.703,0

2.589,6

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas 5

Tugas 2

Kebijakan Moneter